KUNJUNGAN PABRIK PEMBUATAN SEPATU “SHINE”

Gaya hidup milenial yang dapat dinikmati masyarakat akhir-akhir ini sudah mulai mengalami peningkatan. Terbukti dari peminat di beberapa kategori sandang, pangan, dan juga papan yang saat ini memiliki pasarnya sendiri. Kita ambil contoh saja, sandang. Yap betul, sandang yang berkaitan dengan pakaian mulai dari baju, sepatu hingga aksesoris ini peminatnya sedang marak-maraknya. Apalagi sudah banyak sekali designer ataupun artis luar negri yang berkolaborasi dengan beberapa merek terkenal untuk menaikkan harga pasar mereka.

Kali ini Shining Bright tidak kalah juga dalam menunjukkan kualitas sandangnya selain baju yaitu, sepatunya.

Di hari yang indah ini, kami beserta team melakukan perjalanan kunjungan ke salah satu pabrik sepatu kami yang berada di daerah Tangerang, Banten. Kami mengunjungi pabrik pertama, disana kami bersama team melihat bagaimana teknik penyablonan, teknik ini dilakukan untuk kepentingan pencetakan desain pada bagian Upper sepatu. Teknik ini dilakukan secara berulang tergantung kebutuhan dari desain tersebut, yang dimana pengulangan ini tergantung dari banyak kebutuhan warna pada desain yang dikehendaki. Teknik ini wajib dilakukan sebelum bahan masuk ke process sewing. Proses sablon ini terkadang dilakukan pada bahan yang sudah terpotong maupun yang belum terpotong.

Selanjutnya kami mengunjungi pabrik kedua, di pabrik ini kami melihat prosesi pembuatan karet sepatu. Karet sepatu ini terbagi menjadi beberapa jenis yaitu, Outsole, Midsole, Heel Patch (heel label), Foxing, dan Bumper. Disini kita melihat proses pengolahan karet dari bahan baku sampai karet siap dicetak atau diberi pewarna. Teknik pewarnaan dibutuhkan untuk menghilangkan warna asli bahan karet.

Lalu masuk ke pengerjaan Upper, dari sini kita akan tau pembuatan komponen atas (Upper) ternyata melewati banyak proses, diantaranya pembuatan pola, pemotongan bahan, pelubangan bahan untuk tali sepatu, perakitan dan penjahitan. Semua prosesi tadi semata hanya untuk pengerjaan upper dari sebuah sepatu. Pada proses ini pola-pola bahan baku yang telah dipotong di cutting process kemudian dijahit yang kemudian dibentuk menjadi Upper sepatu. Dalam proses penjahitan ini sangat banyak membutuhkan waktu dalam pengerjaannya. Hal ini dikarenakan tinginya tingkat kesulitan dalam menjahit dan juga butuh ketelitian yang sangat tinggi. Potongan pola dijahit satu persatu sehingga membentuk Upper sepatu yang selanjutnya disatukan di proses sewing.

Pada proses sewing ini merupakan proses akhir dari pembuatan komponen Upper, dengan melakukan perakitan dan penjahitan elemen-elemen Upper. Selanjutnya dilakukan pembuatan lubang tali (hole punch), jahit strobel untuk upper dengan texon, setelah itu memotong sisa lining yang berada dipinggiran hole punch. Dan dilanjutkan dengan penempelan size label pada tongue (lidah sepatu) kemudian dijahit dengan lapisan vamp (bagian depan sepatu/pelindung jari). Setelah pembuatan bagian upper selesai ada pemeriksaan kualitas sebelum dilanjutkan pada proses assembling.

Selanjutnya kita melihat bagaimana proses assembling yaitu dengan merapihkan beberapa bagian sepatu agar terlihat sempurna. Kami melihat bagaimana process buffing. Proses buffing ialah proses pengkasaran pada bahan kulit agar pori-pori terbuka untuk mempermudah dalam pengeleman dan menempel dengan kuat. Proses ini bertujuan agar Foxing Tape Rubber merekat dengan sempurna. Selanjutnya kami melakukan tempel outsole yang diikuti dengan menempelkan Foxing Tape mengelilingi sepatu dan diakhiri dengan Toe Bumper serta Heel Patch Logo.

Lalu ada proses stock fit yang merupakan proses akhir dari pembuatan komponen bottom sepatu. Pada proses ini dilakukan penggabungan antara midsole, outsole dan penambahan aksesoris pada bagian cementing sesuai dengan spesifikasi dari kebutuhan pada setiap model sepatu. Semua komponen itu dirakit atau digabungkan menjadi bagian bawah sepatu (bottom) yang selanjutnya akan digabungkan dengan bagian atas sepatu (upper) di bagian perakitan (assembling).

Proses lasting atau (assembling) ini merupakan proses akhir pembuatan sepatu, dan selesai dimasukkan ke dalam inner box. Proses perakitan ini dimulai dengan memeriksa ukuran atau size komponen upper dan size komponen bottom agar tidak terjadi kesalahan pada saat dimasukkan ke dalam mesin hot press.

Kalau sudah dilakukan semua, selanjutnya kami diarahkan ke bagian tabung oven Autoclave. Nama teknik ini ialah Vulcanized yang merupakan salah satu teknik pembuatan sepatu yang populer di era 1970, dimana sepatu dimasukan ke tabung oven Autoclave agar seluruh rubber pada process assembling matang sempurna.

Tapi tunggu dulu, sebelum dilanjutkan pada proses hot press compound ini, sepatu yang sudah siap didinginkan terlebih dahulu untuk menyempurnakanya. Proses ini juga bertujuan untuk pengepressan seluruh bagian sepatu. Alat yang digunakan adalah mesin Hot Press. Setelah itu pembersihan bagian bawah outsole menggunakan wire brushing. Dan sepatu dimasukkan kedalam mesin cooling untuk mendinginkan. Suhu yang digunakan pun maksimal sepuluh derajat karena sepatu telah mengalami pemanasan dalam proses assembling. Untuk menetralkannya kelembapan suhu sepatu, maka harus dimasukkan ke dalam mesin cooling.

Nah, guys. Tulisan diatas adalah prosesi pembuatan sepatu menurut “kacamata” kami. Untuk lebih lanjutnya, kalian bisa cek kegiatan kita pada video diatas.

Leave a Reply