Bootleg Capsul Collection By Shining Bright

 

Beberapa tahun belakangan ini, kaos band jadi salah satu fashion item yang wajib kita punya. Maklum, dengan menggunakan kaos band, kita nggak cuma menunjukan kesukaan kita terhadap satu band, tapi juga bisa bikin kita tambah ganteng.

Nah, buat kamu yang baru banget mau jadi kolektor kaos band, kira-kira udah pada tau dengan istilah bootleg?

Di luar negeri, bootleg biasanya diproduksi dengan kuantitas terbatas dan biasanya, dibuat oleh fans untuk fans lain karena kesulitan mendapatkan merchandise band ori. Mungkin juga karena desainnya sudah tidak dicetak dan menjadi barang langka berharga mahal.

Biasanya, produsen bootleg lebih “niat” membuat/memilih artwork untuk merchandise tersebut, misalnya band tertentu. Mereka memang cuma satu kali mengeluarkan t-shirt official dan hanya dijual saat mereka tampil. Maka, fans membuat t-shirt itu sebagai apresiasi dan tidak dijual untuk pasar luas, tapi untuk sesama fans.

Bootleg di kultur streetwear harusnya bukan lagi sekadar imitasi, Jika melihat definisi kata ‘bootleg‘ di situs Urban Dictionary, maka hasil pencarian yang mencuat paling atas akan menujukan dua definisi; remix tak resmi dari sebuah lagu atau imitasi palsu dari sesuatu yang otentik.

Dalam konteks streetwear dan fashion, bootleg tentu mengacu ke definisi kedua. Tak heran, para pengguna produk-produk bootleg sering dicap negatif dan tak jarang diasosiasikan dengan try-hard attitude dan dompet yang tipis.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, bootleg juga turut berkembang jadi sesuatu yang baru. Menyoal tentang bootleg, kita tak lagi hanya membahas produk-produk KW di pasar Taman Puring atau Pasar Poncol. Meski dikenal sebagai barang palsu, budaya bootleg ternyata punya impact yang legit di industri kreatif.

Bootleg sebagai respon komunitas

 

Jika menakar dari segi keabsahannya, gagasan bootleg mungkin sulit untuk dilegitimasi. Karena bagaimanapun bootleg memang produk ilegal tanpa izin. Namun jika menilai bootleg dari segi landasan untuk berkreasi, pendekatan bootleg mungkin gagasan yang buruk. oba saja tengok Vetements dan Gucci. Sebagai labels yang dikenal sebagai sering dijiplak, pendekatan bootleg dinilai sebagai strategi yang masuk akal: If you can’t beat the copycats to the punch, then join them for a higher price tag. Dan pendekatan tersebut pun berhasil!

Sementara untuk skena streetwear, pendekatan bootleg jadi jalan buat mereka yang kreatif (namun tak punya pengaruh sebesar Virgil Abloh atau Jeff Staple) untuk merealisasikan idenya.

18 September 2019 lalu,  Shining Bright secara resmi meluncurkan koleksi capsul terbaru dengan tema “Bootleg Band”

Terdiri dari 7 koleksi T-shirt dan 3 Hoodie  dengan grafis yang maskulin.  Fashion item berikut diciptakan agar dapat dijadikan pernyataan gaya dan sebuah ekspresi diri yang penuh aksi untuk para pria dan perempuan. Terdiri dari T-shitr dan Hoodie rancang modern yang didukung oleh detail nan stylish, koleksi ini pun tak melupakan sisi kenyamanan.

Terlepas dari masalah keabsahan dan legalitas hak cipta, produk-produk tersebut tentu jadi hal yang menarik: refleksi yang nyata bagaimana komunitas merespon dan campur tangan kultur street wear dan pasar reseller. Mirip seperti Dapper Dan yang membuat “Gucci”-nya sendiri karena tak puas dengan rilisan Gucci yang asli.

Jadi apa pendapat lo tentang bootleg? Tell us what you think in the comments below!

Leave a Reply